INFO PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3.5/721/Disdik.SMP/II/2026 tentang pengaturan pembelajaran selama bulan Ramadan, Kamis (12/2/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengatakan, edaran tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia terkait pembelajaran di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M.
Kebijakan ini juga merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Palangka Raya Nomor 863/292/BKPSDM.PK2PA.02/XII/2025 tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya, serta Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 400.3.5/1709/Disdik.SMP/VI/2025 tentang Kalender Pendidikan Jenjang PAUD, SD, dan SMP Tahun Ajaran 2025/2026.
Dalam edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan mengenai libur sekolah sebagai berikut:
- 16 Februari 2026 cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
- 17 Februari 2026 sebagai libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
- 18 – 21 Februari 2026, belajar mandiri (libur) awal Ramadan
- 16 – 27 Maret 2026 libur akhir puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan cuti bersama
Selama pembelajaran mandiri, sekolah diminta memastikan peserta didik membuat jurnal 7 KAIH atau bentuk lain sebagai laporan kegiatan. Peserta didik wajib menyampaikan hasil kegiatan tersebut untuk dianalisis dan dievaluasi oleh guru. Orang tua atau wali juga diharapkan membimbing serta memantau anak dalam melaksanakan ibadah dan kegiatan belajar mandiri.
Selanjutnya, pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan pembelajaran selama Ramadan dilaksanakan di satuan pendidikan dengan sejumlah penyesuaian. Kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.30 WIB.
Durasi setiap jam pelajaran dikurangi 10 menit, menjadi 20 menit untuk PAUD, 25 menit untuk SD, dan 30 menit untuk SMP. Selama Ramadan, apel pagi serta kegiatan belajar dan praktik yang banyak menggunakan aktivitas fisik untuk sementara ditiadakan.
Pembelajaran terdiri atas pembelajaran reguler dan pembelajaran budi pekerti. Pembelajaran reguler tetap mengacu pada struktur kurikulum dan capaian pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Adapun pembelajaran budi pekerti, bagi peserta didik beragama Islam dianjurkan melaksanakan tadarus Alquran, pesantren kilat, serta kajian keislaman. Sementara bagi peserta didik non-Muslim dianjurkan mengikuti bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan kembali dilaksanakan pada 30 Maret 2026. (*)
Leave a comment