29 Desa Hilang Akibat Bencana Aceh-Sumatera

Bagikan
Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian
Bagikan

INFO PALANGKARAYA – Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyebutkan ada 29 desa hilang pada bencana yang menerpa Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar)..

“Di Aceh paling banyak, yaitu 21 desa, kampung hilang di Aceh Tamiang, Nagan Raya, dan Gayo Lues,” jelas Tito dalam rapat koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sementara di Sumut terdapat delapan desa yang hilang, khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Sedangkan di Sumbar, tidak ada desa yang hilang.

“Ini juga perlu penyelesaian relokasi dan juga administrasi pemerintahan desa, artinya karena desa yang hilang, itu nanti apa kita bangun kembali atau dihilangkan dalam adminsitrasi/instansi pemerintahan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, memaparkan peta pemulihan daerah terdampak. Meski sebagian besar sudah bergerak normal, masih ada kabupaten/kota yang perlu perhatian khusus.

Ia merinci daerah yang sudah pulih dan yang masih tersendat. Di Sumatera Barat, 16 dari 19 kabupaten/kota terdampak. Sebanyak 13 dinyatakan sudah normal. Sementara dua daerah yang masih butuh atensi khusus adalah Agam dan Padang Pariaman.

“Atau lebih kurang 81 persen, yang mendekati normal tinggal satu di Sumbar, yaitu Tanah Datar,” kata Tito, dalam rapat koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Di Sumatera Utara, 18 dari 33 kabupaten/kota terdampak. Dari jumlah itu, 15 sudah kembali normal. “Artinya jalan, jembatan bisa dilalui logistik, variabelnya 83 persen, mendekati normal untuk Sumatera Utara,” katanya.

Tapanuli Selatan masuk kategori mendekati normal. Sedangkan yang masih perlu perhatian khusus adalah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. “Tapanuli Tengah yang kemarin banjir lagi,” kata Tito.

Ia menjelaskan, banjir bandang yang kembali melanda Tapanuli Tengah membuat sejumlah fasilitas terdampak lagi. Kantor kecamatan di Tukka belum beroperasi penuh, begitu juga sekolah, akses jalan, dan jembatan.

Di Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, baru 10 yang dinyatakan normal atau sekitar 56 persen. Satu daerah, Bener Meriah, mendekati normal. Namun tujuh lainnya masih perlu atensi khusus.

Untuk wilayah dataran rendah, ada Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya. Sementara, wilayah dataran tinggi, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Secara kumulatif, masih ada 11 kabupaten/kota yang membutuhkan perhatian serius. Angkanya memang menyusut, tetapi pekerjaan rumah belum benar-benar selesai. (*)

Bagikan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
Yolanda
NewsPendidikan

Disdik Kotawaringin Timur Usut Dugaan Pungli Komite Sekolah

INFO PALANGKARAYA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah...

rusia blokir whatsapp dan youtube
News

Rusia Blokir YouTube dan WhatsApp

INFO PALANGKARAYA - Regulator internet Rusia, Roskomnadzor, telah menghapus "youtube.com" dari server...

Demonstran Bawa Kepala Babi
NewsPolitik

Demonstran di Depan DPRD Kalteng Bawa Kepala Babi

INFO PALANGKARAYA - Massa menggelar aksi di DPRD Kalimantan Tengah, Senin (1/9/2025)....

Penumpang Lompat
News

Penumpang KM Dharma Rucitra VI Rute Sampit-Semarang Hilang Usai Melompat ke Laut

INFO PALANGKARAYA - Seorang penumpang kapal laut jurusan Sampit-Semarang bernama Sefnat Onesimus...