2. Gunung Halau‑Halau: Mistis Pohon Bertuah

Gunung Halau-Halau, yang juga dikenal sebagai Gunung Besar, menjulang megah di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan dengan ketinggian sekitar 1.901 mdpl. Gunung ini merupakan titik tertinggi di Provinsi Kalsel dan menjadi bagian dari kawasan hutan yang masih alami, dihuni oleh suku Dayak Meratus yang menjunjung tinggi adat dan kepercayaan turun-temurun.
Meski secara geografis kerap didaki oleh pencinta alam karena panorama alamnya yang memukau, Gunung Halau-Halau juga dikelilingi kisah mistis yang dipercaya masyarakat sekitar, terutama tentang pohon bertuah yang disebut-sebut memiliki kekuatan gaib.
Pohon bertuah yang dimaksud ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya roh leluhur atau makhluk halus penjaga hutan. Konon, pohon ini tampak berbeda dari yang lain, kokoh berdiri tinggi dengan aura dingin yang menusuk dan sering kali dikelilingi kabut meski siang hari.
Tidak sembarang orang bisa mendekat atau menyentuhnya. Para sesepuh adat pun selalu memperingatkan agar siapa saja yang menemukan pohon ini segera menundukkan kepala dan tidak berkata kasar. Banyak cerita beredar orang yang tidak menghormati pohon tersebut akan tersesat atau mengalami gangguan aneh seperti suara bisikan, rasa sesak, atau bahkan hilang kesadaran.
Sebagian pendaki yang menginap di hutan sekitar Gunung Halau-Halau mengaku pernah mendengar suara langkah kaki yang berat, padahal tidak ada siapa pun di sekitar. Ada pula yang bermimpi bertemu sosok kakek tua berjubah putih yang memberikan pesan atau peringatan.
Warga setempat meyakini sosok itu adalah penjaga gaib yang tinggal di sekitar pohon bertuah tersebut. Karena itu, sebelum naik gunung, beberapa kelompok pendaki memilih mengikuti tradisi lokal berupa ritual kecil, biasanya dengan membawa sesajen sederhana seperti rokok, kopi, atau sirih, dan menaruhnya di bawah pohon tertentu sebagai bentuk permisi kepada penghuni gaib.
3. Gunung Palung: Mistis Penampakan Perempuan Berwajah Tikus

Gunung Palung terletak di perbatasan Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat, dan dikenal sebagai bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) yang kaya akan keanekaragaman hayati.
Gunung ini menjadi rumah bagi ratusan jenis flora dan fauna endemik Kalimantan, termasuk orangutan. Tapi di balik itu, Gunung Palung juga menyimpan kisah-kisah mistis yang beredar turun-temurun di kalangan masyarakat lokal. Salah satu kisah paling menyeramkan dan bisa membuat bulu kuduk merinding adalah tentang penampakan perempuan berwajah tikus.
Cerita itu bermula dari pengalaman sejumlah pendaki dan warga sekitar yang mengaku melihat sosok perempuan berpakaian serba putih yang berkeliaran di sekitar jalur-jalur sepi hutan Gunung Palung. Namun yang membuatnya berbeda dari kisah hantu perempuan pada umumnya adalah wajahnya!
Bukan seperti manusia, melainkan menyerupai tikus. Hidungnya panjang dan runcing, matanya kecil berkilat, dan mulutnya menyeringai memperlihatkan deretan gigi tajam.
Konon, makhluk itu akan muncul terutama saat seseorang melanggar pantangan adat, seperti berkata kasar, mengambil tumbuhan sembarangan, atau mendirikan tenda tanpa izin tetua adat.
Penduduk lokal percaya perempuan berwajah tikus adalah penjelmaan roh penjaga hutan yang marah terhadap perilaku manusia yang tidak menghormati alam. Roh ini seringkali mengikuti para korbannya dan membuat mereka tersesat, merasa diawasi, atau bahkan mengalami halusinasi.
Beberapa pendaki mengaku mendengar suara perempuan menangis di kejauhan, lalu disusul suara geraman aneh yang tidak bisa dijelaskan oleh logika.
Meski begitu, Gunung Palung tetap populer di kalangan pendaki, bahkan dari luar Kalimantan.
Leave a comment