4. Gunung Kayangan: Mistis Kereta Kencana di Hutan

Gunung Kayangan merupakan gunung yang terletak di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Gunung ini menyimpan cerita mistis yang tak kalah menyeramkan dibandingkan gunung-gunung lain di Pulau Borneo.
Pada awalnya, Gunung Kayangan adalah sebuah bukit tinggi yang hampir menyerupai gunung. Namun, warga sekitar menyebutnya sebagai gunung. Tingginya tidak terlalu tinggi, sehingga jalur pendakiannya sangat mudah. Jalan menuju ke puncaknya sudah diaspal dan tanjakannya pun bisa dikatakan landai.
Menurut cerita penduduk sekitar, dinamakan Kayangan karena konon dahulu banyak orang yang sering melihat kereta kencana atau kereta kayangan terbang dan menghilang di bukit ini. Oleh sebab itu, mereka menamakan wisata ini sebagai Gunung Kayangan.
Namanya memang terdengar indah, ‘kayangan’ memiliki arti tempat tinggal para dewa. Namun jangan tertipu oleh namanya. Di balik keindahan bentang alamnya yang hijau dan sunyi, gunung ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang penuh misteri dan dipercaya menjadi gerbang ke alam gaib.
Menurut cerita masyarakat Dayak setempat, Gunung Kayangan merupakan tempat bersemayamnya roh-roh leluhur dan makhluk halus penjaga hutan. Ada kepercayaan lama yang menyebut bahwa siapa pun yang naik gunung itu tanpa restu atau niat yang bersih akan mengalami kejadian aneh, mulai dari kehilangan arah, bertemu sosok tak kasatmata, hingga digoda untuk masuk ke dunia lain.
Salah satu kisah yang cukup terkenal adalah tentang seorang pemburu yang hilang selama berminggu-minggu, lalu kembali dengan keadaan linglung dan tak bisa lagi berbicara. Menurut dukun di kampung setempat, sang pemburu ‘dibawa’ ke dimensi lain karena mengganggu makhluk gaib yang tengah bersemayam di sana.
Gunung ini juga sering dikaitkan dengan penampakan istana gaib. Beberapa warga mengaku pernah melihat cahaya berkilau dari kejauhan di tengah malam, seolah-olah ada bangunan besar yang terbuat dari emas muncul di puncak gunung. Namun saat didekati, cahaya itu menghilang begitu saja. Sebagian orang percaya itulah istana para leluhur atau makhluk halus yang hanya memperlihatkan dirinya pada waktu-waktu tertentu, khususnya ketika alam sedang ‘tenang’, biasanya saat kabut turun tebal di malam hari.
Tak hanya itu, beberapa pendaki juga melaporkan mendengar suara-suara aneh seperti suara gamelan yang mengalun di antara pepohonan. Padahal lokasi tersebut sangat jauh dari permukiman penduduk.
Bagi masyarakat Dayak, Gunung Kayangan menjadi tempat sakral yang dijaga dengan pantangan-pantangan tertentu. Penduduk setempat sangat menyarankan agar siapa pun yang ingin mendaki gunung ini, terlebih dahulu meminta izin secara adat, atau setidaknya menyapa secara halus ketika melewati titik-titik tertentu yang dianggap angker. Misalnya, tak boleh bersiul, tak boleh buang air sembarangan, dan tidak boleh berkata kasar.
Leave a comment